Sulit fokus saat bekerja bisa dipengaruhi berbagai kebiasaan sehari-hari. Kenali penyebabnya dan cara sederhana untuk menjaga konsentrasi.
Tren Digital September 16, 2026
Fokus menjadi salah satu kemampuan yang semakin penting di tengah banyaknya gangguan digital. Notifikasi ponsel, pesan singkat, media sosial, hingga kebiasaan berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain dapat membuat seseorang merasa sibuk sepanjang hari tanpa benar-benar menyelesaikan banyak hal.
Masalahnya, sulit fokus tidak selalu berarti seseorang sedang malas. Lingkungan, pola kerja, kebiasaan menggunakan perangkat digital, dan cara mengatur waktu juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi.
Salah satu kebiasaan yang sering tidak disadari adalah terlalu sering berpindah aktivitas. Saat mengerjakan pekerjaan, seseorang mungkin membuka pesan, memeriksa media sosial, membaca berita, kemudian kembali lagi ke pekerjaan.
Perpindahan tersebut membuat perhatian terus berubah. Akibatnya, pekerjaan yang sebenarnya sederhana bisa terasa lebih lama untuk diselesaikan.
Notifikasi kecil di layar ponsel sering dianggap tidak berbahaya. Namun ketika muncul berulang kali, perhatian dapat terpecah dari aktivitas utama.
Salah satu langkah sederhana adalah mematikan notifikasi yang tidak penting ketika sedang mengerjakan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi.
Membuat banyak target dalam satu waktu memang terlihat produktif. Namun daftar pekerjaan yang terlalu panjang justru dapat membuat seseorang bingung menentukan prioritas.
Cobalah menentukan beberapa pekerjaan utama yang benar-benar perlu diselesaikan terlebih dahulu. Setelah selesai, barulah beralih ke pekerjaan berikutnya.
Fokus bukan berarti bekerja tanpa berhenti. Tubuh dan pikiran tetap membutuhkan jeda agar seseorang dapat kembali mengerjakan aktivitas dengan perhatian yang lebih baik.
Istirahat singkat di antara pekerjaan juga dapat membantu membuat rutinitas kerja terasa lebih ringan.
Kemampuan berkonsentrasi tidak harus dibangun melalui perubahan besar. Mengurangi gangguan, menentukan prioritas, membatasi perpindahan aktivitas, dan memberikan waktu istirahat merupakan beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam rutinitas sehari-hari.